Serba Serbi Korona
Bekasi, 7 April 2020
Aktivitas Selama Pandemik
Sedikit ingin membagikan cerita mengenai pandemik dan beberapa dampak yang penulis rasakan di masa wabah Covid-19.
![]() |
| Himbauan selama masa pandemik |
Merebaknya Pandemik Covid-19 atau yang akrab kita
dengar dengan sebutan Corona ini membuat pemerintah akhirnya mengambil
kebijakan yaitu Social Distancing.
Instruksi itu pun diambil Presiden Joko Widodo sejak 15 Maret lalu. Tujuannya
untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Lewat social distancing ini pula, orang-orang
dianjurkan #dirumahaja, baik untuk urusan kerja, belajar, hingga ibadah.
Karena kebijkan ini pun, seluruh elemen masyarakat tak
terkecuali siapapun diharapkan untuk sama-sama menjadi bagian dari upaya
preventif pemerintah ini dalam mengatasi wabah Covid-19 ini. Seluruh aktivitas
pun dialihkan untuk dilakukan #dirumahaja. Seperti work from home untuk para pekerja, pembelajaran jarak jauh (PJJ)
untuk pelajar dan mahasiswa, dan juga dalam konteks ibadah pula, mendapat
anjuran oleh Kementrian Agama dan Fatwa MUI.
Hal ini pun menjadi polemik di masyarakat, terutama
untuk mereka yang memang diharuskan untuk keluar rumah demi menafkahi
keluarganya. Memang sektor ekonomi menjadi bagian yang paling terdampak atas
kebijakan ini. Bukannya mereka tidak mau membantu pemerintah untuk turut serta
dalam pencegaha virus Covid-19, namun ada kebutuhan yang harus dipenuhi mereka
demi keberlangsungan hidup nya dan keluarganya.
Seiring berjalannya waktu, pemerintah mengambil
langkah-langkah kembali dalam mengantisipasi meningkatnya persebaran virus Covid-19.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi langkah selanjutnya dari
pemerintah dalam penanganan wabah ini. Beberapa Provinsi dan daerah pun sudah
mengambil langkah dalam anjuran PSBB tersebut. Tak terkecuali daerah-daerah
yang kecil lingkupnya seperti RT, RW, ataupun daerah perumahan.
Daerah rumah saya, yakni Perumahan Wahana Pondok Gede,
yang terletak di Kecamatan Jatiasih, Bekasi. Juga membuat himbauan kepada warga
sekitarnya untuk turut serta dalam beberapa upaya preventif dari pemerintah,
supaya daerah nya pun terjaga dari virus Covid-19 ini. Himbauan ini pun
dilaksanakan dengan baik oleh warga dan sekitarnya. Namun tetap saja tidak
semua masyarakat mengindahkan anjuran tersebut, beberapa yang lainnya masih
saja membandel.
Dari adanya himbauan tersebut, membuat masyarakat pun semakin
tersadar akan pentingnya kesehatan tubuh. Setiap pagi hari, hampir sebagian
besar warga keluar rumah untuk berolahraga atau sekedar berjemur diri agar
mendapatkan sinar matahari. Karena menurut ahli kesehatan, berjemur di pagi
hari dapat memenuhi Vitamin D yang bermanfaat dalam sistem kekebalan tubuh.
Semenjak pandemik ini, saya dengan teman-teman menjadi
rutin dalam berjemur di pagi hari. Tidak hanya itu, olahraga lain pun kita lakukan
sembari menjaga fisik agar tetap prima. Seperti ber-skipping, jogging di sekitar rumah, push up, sit up, bermain
voli, dan lainnya. Ini menjadi momen yang menyenangkan, karena dapat kembali
berolahraga bersama teman-teman rumah yang jarang didapati kala waktu sekolah
biasa.
Tak terkecuali dengan anak-anak kecil. Pada masa pandemik
ini yang dihimbau untuk selalu berada didalam rumah. Namun mereka justru
menganggap momen ini menjadi waktu berlibur mereka, bermain bersama teman-teman
yang lain. Maklum saja karena masih masa nya mereka untuk lebih sering bermain
dan bercengkrama bersama teman sebaya nya.
Momen pandemik ini, juga menjadi momen yang
menyenangkan, karena dapat berkumpul bersama keluarga, membantu mengerjakan
tugas adik-adik, makan bersama, sholat bersama, dan melakukan apapun bersama
keluarga. Hal yang jarang didapatkan juga kala semua anggota keluarga
melaksanakan aktivitas hariannya masing-masing.
Pada akhirnya, pandemik ini seperti memberi pelajaran kepada khalayak umum, bahwa bersama siapa kita berada itu jauh lebih penting dibandingkan di mana kita berada. Dengan beberapa anjuran dari pemerintah dan instansi kesehatan ini, semoga dapat membawa perubahan yang baik dan menjadi dorongan untuk perilaku-perilaku positif lainnya. Agar dapat dibawa dan dilanjutkan pasca pandemik ini nantinya.(MDA)
Mungkin hanya ini yang dapat penulis kisahkan dan dituangkan. Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini. Semoga dengan kemurahan hati kalian dapat meninggalkan kritik dan saran, untuk bahan introspeksi dan pengembangan diri yang lebih baik lagi di penulisan-penulisan berikutnya.
Pada akhirnya, pandemik ini seperti memberi pelajaran kepada khalayak umum, bahwa bersama siapa kita berada itu jauh lebih penting dibandingkan di mana kita berada. Dengan beberapa anjuran dari pemerintah dan instansi kesehatan ini, semoga dapat membawa perubahan yang baik dan menjadi dorongan untuk perilaku-perilaku positif lainnya. Agar dapat dibawa dan dilanjutkan pasca pandemik ini nantinya.(MDA)
Mungkin hanya ini yang dapat penulis kisahkan dan dituangkan. Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini. Semoga dengan kemurahan hati kalian dapat meninggalkan kritik dan saran, untuk bahan introspeksi dan pengembangan diri yang lebih baik lagi di penulisan-penulisan berikutnya.

Komentar
Posting Komentar